Essay: Tugas 4 : Membuat Use Case Diagram dari contoh

Instructions

Silahkan baca dan pahami materi ke 4 yg ada di idu.

Tugasnya adalah membuat contoh diagram yg ada di slide ke 10 pada materi pertemuan ke-4 dengan menggunakan Visual paradigmn. Hasilnya di screenshoot aja ya melalui Visual paradigm-nya.

Keterangan :

Saya sudah menyelesaikan Tugas Essay: Tugas 4 : Membuat Use Case Diagram dari contoh

Status :

Tercapai

Bukti :

Tugas 3

Image

Pertanyaan :

Untuk kelancaran tugas, lakukan Installasi Software Visual Paradigm di komputer-nya untuk persiapan Praktikum mandiri.

Status : Tercapai

Keterangan : Saya sudah meng-install software visual paradigm

Bukti :

SKuP RENDI PRADANA

Perkenalkan nama saya Rendi pradana , biasa di panggil Rendi ,saya berkuliah di STMIK Raharja , jurusan yang saya ambil adalah TI berkonsentrasi di MAVIB, sayabersekolah di SMAN 11 kab tangerang dengan jurusan IPA , ini tugas SKuP says di kelas OOAD

     

 

SKUP OOAD rifki maulana yoga

Hai…, nama saya Rifki Maulana Yoga, biassa di panggil Yoga. Saya kuliah di raharja ngambil jurusan TI konsentrasi MAVIB. jadi saya ingin lebih tau dunia broadcast ini.
Nama : Rifki Maulana Yoga
NIM : 1621494473
Email : Rifki.maulana@raharja.info

No.AssignmentStatusGrade
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14

SKUP

SKUP OOAD (SL401C) “Dwi Setiadi

Perkenalkan nama saya Dwi setiadi, saya sedang menempuh perkuliahan di semester 3. Ini adalah salah satu mata kuliah yang saya ambil yaitu “SL401C” . Salam kenal semuanya.

dan selama mengikuti mata kuliah OOAD dikelas SL401C, terdapat assignment yang harus dikerjakan sebagai berikut.

berikut adalah rincian daftar assignment yang telah dikerjakan:

NO ASSIGMENT STATUS GRADE
1. Assigment Skup Done
2.  Assigment 2
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

Essay tugas 2 Merangkum Materi

Tugas essay merangkum materi

 

Pertemuan ke-1

PENGANTAR SISTEM INFORMASI

 

1.1 Konsep Dasar Sistem

Konsep dasar sistem ada dua pendekatan yaitu penekanan pada prosedurnya dan penekanan pada komponennya.

  1. Definisi sistem yang lebih menekankan pada prosedur adalah :

suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu.

Suatu prosedur adalah :

suatu urut-urutan operasi klerikal (tulis-menulis), biasanya melibatkan beberapa orang di dalam satu atau lebih departemen, yang diterapkan untuk menjamin penanganan yang seragam dari transaksi-transaksi bisnis yang terjadi.

Definisi lain dari prosedur adalah :

urut-urutan yang tepat dari tahapan-tahapan instruksi yang menerangkan apa yang harus dikerjakan, siapa yang mengerjakannya, kapan dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya.

Definisi sistem yg lebih menekankan pada konponen/elemen adalah :

kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Karakteristik sistem yaitu : mempunyai komponen, batas sistem, lingkungan luar sistem, penghubung, masukan, keluaran, pengolah/proses, dan sasaran atau tujuan.

Klasifikasi sistem dari beberapa sudut pandang sebagai berikut :

Sistem sebagai sitem alamiah dan sistem buatan manusia.

Sistem sebagai sistem abstrak dan sistem fisik.

Sistem sebagai sistem tertentu (deterministic) dan sistem tak tentu

(probabilistic)

Sistem sebagai sitem tertutup dan sistem terbuka.

1.2. Konsep Dasar Informasi

Didalam organisasi sangat penting dalam mengelola sumberdaya-sumberdaya utama seperti buruh, dan bahan mentah, tapi saat ini informasi juga merupakan sumberdaya yang tidak kalah pentingnya harus dikelola. Para pembuat keputusan memahami bahwa informasi tidak hanya sekedar produk sampingan bisnis yang sedang berjalan, namun juga sebagai bahan pengisi bisnis dan menjadi faktor kritis dalam menentukan kesuksesan atau kegagalan suatu usaha.

Informasi ibarat darah yang mengalir di dalam tubuh suatu organisasi. Sehingga informasi merupakan salah satu bentuk sumber daya utama dalam suatu organisasi yang digunakan oleh manager untuk mengendalikan perusahaan dalam mencapai tujuan.

Definisi informasi adalah :

data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.

Data adalah : kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian–kejadian dan kesatuan yang nyata. Atau data adalah : representasi dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti manusia (pegawai, mahasiswa, pelanggan), hewan, peristiwa, konsep, keadaan dll, yang direkam dalam bentuk angka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi atau kombinasinya.

Siklus informasi :

Data yang masih merupakan bahan mentah yang harus diolah untuk menghasilkan informasi melalui suatu model. Model yang digunakan untuk mengolah data tersebut disebut model pengolahan data atau dikenal dengan siklus pengolahan data (siklus informasi).

 

Kebutuhan informasi didasarkan pada :

kegiatan bisnis yang semakin komplek.

Kemampuan komputer yang semakin meningkat.

Output komputer berupa informasi dapat digunakan oleh manager, non manager ataupun perorangan dalam suatu perusahaan.

 

  1. Kualistas informasi tergantung pada tiga hal yaitu :

Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak menyesatkan bagi orang yang menerima informasi tersebut. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya. Dalam prakteknya, mungkin dalam penyampaian suatu informasi banyak terjadi gangguan (noise) yang dapat merubah atau merusak isi dari informasi tersebut.

Komponen akurat meliputi :

Completeness, berati informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki kelengkapan yang baik, karena bila informasi yang dihasilkan sebagian-sebagian akan mempengaruhi dalam pengambilan keputusan.

Correctness, berati informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki kebenaran.

Security, berati informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki keamanan.

Tepat waktu, informasi yang diterima harus tepat pada waktunya, sebab informasi yang usang (terlambat) tidak mempunyai niali yang baik, sehingga bila digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan akan dapat berakibat fatal. Saat ini mahalnya nilai informasi disebabkan harus cepatnya informasi tersebut didapat, sehingga diperlukan teknologi-teknologi mutakhir untuk mendapatkan, mengolah dan mengirimkannya.

Relevan, informasi harus mempunyai manfaat bagi si penerima. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda. Misalnya informasi mengenai sebab-musabab kerusakan mesin produksi kepada akuntan perusahaan adalah kurang relevan dan akan lebih relevan bila ditujukan kepada ahli teknik perusahaan.

Ekonomis, informasi yang dihasilkan mempunyai manfaat yang lebih besar dibandingkan dengan biaya mendapatkannya dan sebagian besar informasi tidak dapat tepat ditaksir keuntungannya dengan satuan nilai uang tetapi dapat ditaksir nilai efektivitasnya.

 

1.3. Konsep Dasar Sistem Informasi

Informasi merupakan hal yang sangat penting bagi manajemen di dalam pengambilan keputusan.

Definisi sistem informasi adalah :

suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.

Definisi lain sistem informasi adalah :

kerangka kerja yang mengkoordinasikan sumber daya (manusia dan komputer) untuk mengubah masukan (input) menjadi keluaran (informasi) guna mencapai sasaran-sasaran perusahaan.

1.4. Komponen Sistem Informasi

Komponen sistem informasi yang disebut blok bangunan yaitu :

blok masukan, blok model, blok keluaran, blok teknologi, blok basis data dan blok kendali. Keenam blok tersebut saling berinteraksi satu dengan yang lainnya membentuk satu kesatuan untuk mencapai sasarannya.

Blok masukan

mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi, termasuk metode dan media untuk memperoleh data yang akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumen dasar.  Blok model

terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan memanipulasi/mentranspormasi data masukan dan data yang tersimpan dalam basis data untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.

Blok keluaran

produk dari sistem informasi adalah keluaran berupa informasi yang berkualitas.

Blok teknologi merupakan kotak alat (tool-box) dalam sistem informasi. Teknologi terdiri dari 3 bagian utama yaitu teknisi(brainware), perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware). Teknisi dapat berupa orang-orang yang mengetahui teknologi dan membuatnya beroperasi (operator komputer, pemrogram, operator pengolah data, spesialis telekomunikasi, analis sistem). Teknologi perangkat lunak berupa aplikasi-aplikasi perangkat lunak (program). Teknologi perangkat keras berupa teknologi masukan (semua perangkat yang digunakan untuk menangkap data seperti : keyboard, scanner, barcode), teknologi keluaran (perangkat yang dapat menyajikan informasi yang dihasilkan seperti : monitor, printer), teknologi pemroses (komponen CPU), teknologi penyimpanan (semua peralatan yang digunakan untuk menyimpan data seperti : magnetik tape, magnetik disk, CD) dan teknologi telekomunikasi (teknologi yang memungkinkan hubungan jarak jauh seperti internet dan ATM)

Blok basis data

merupakan kumpulan dari file data yang saling berhubungan yang diorganisasi sedemikian rupa agar dapat diakses dengan mudah dan cepat.

Blok kendali

Pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk menyakinkan bahwa halhal yang dapat merusak sistem dapat dicegah atau bila terlanjur terjadi kesalahan dapat langsung diatasi.

1.5. Jenis-jenis Sistem Informasi

Sistem informasi dikembangkan untuk tujuan yang berbeda-beda, tergantung pada kebutuhan bisnis. Sistem informasi dapat dibagi menjadi beberapa bagian (gambar 1) :

Transaction Processing Systems (TPS)

TPS adalah sistem informasi yang terkomputerisasi yang dikembangkan untuk memproses data dalam jumlah besar untuk transaksi bisnis rutin seperti daftar gaji dan inventarisasi. TPS berfungsi pada level organisasi yang memungkinkan organisasi bisa berinteraksi dengan lingkungan eksternal. Data yang dihasilkan oleh TPS dapat dilihat atau digunakan oleh manajer.

Office Automation Systems (OAS) dan Knowledge Work Systems (KWS) OAS dan KWS bekerja pada level knowledge. OAS mendukung pekerja data, yang biasanya tidak menciptakan pengetahuan baru melainkan hanya menganalisis informasi sedemikian rupa untuk mentransformasikan data atau memanipulasikannya dengan cara-cara tertentu sebelum menyebarkannya secara keseluruhan dengan organisasi dan kadang-kadang diluar organisasi. Aspek-aspek OAS seperti word processing, spreadsheets, electronic scheduling, dan komunikasi melalui voice mail, email dan video conferencing.

KWS mendukung para pekerja profesional seperti ilmuwan, insinyur dan doktor dengan membantu menciptakan pengetahuan baru dan memungkinkan mereka mengkontribusikannya ke organisasi atau masyarakat.

Sistem Informasi Manajemen (SIM)

SIM tidak menggantikan TPS , tetapi mendukung spektrum tugas-tugas organisasional yang lebih luas dari TPS, termasuk analisis keputusan dan pembuat keputusan. SIM menghasilkan informasi yang digunakan untuk membuat keputusan, dan juga dapat membatu menyatukan beberapa fungsi informasi bisnis yang sudah terkomputerisasi (basis data).

Decision Support Systems (DSS)

DSS hampir sama dengan SIM karena menggunakan basis data sebagai sumber data. DSS bermula dari SIM karena menekankan pada fungsi mendukung pembuat keputusan diseluruh tahap-tahapnya, meskipun keputusan aktual tetap wewenang eksklusif pembuat keputusan.

Sistem Ahli (ES) dan Kecerdasan Buatan (AI)

AI dimaksudkan untuk mengembangkan mesin-mesin yang berfungsi secara cerdas. Dua cara untuk melakukan riset AI adalah memahami bahasa alamiahnya dan menganalisis kemampuannya untuk berfikir melalui problem sampai kesimpulan logiknya. Sistem ahli menggunakan pendekatanpendekatan pemikiran AI untuk menyelesaikan masalah serta

memberikannya lewat pengguna bisnis. Sistem ahli (juga disebut knowledgebased systems) secara efektif menangkap dan menggunakan pengetahuan seorang ahli untuk menyelesaikan masalah yang dialami dalam suatu organisasi. Berbeda dengan DSS, DSS meningalkan keputusan terakhir bagi pembuat keputusan sedangkan sistem ahli menyeleksi solusi terbaik terhadap suatu masalah khusus. Komponen dasar sistem ahli adalah knowledge-base yaikni suatu mesin interferensi yang menghubungkan pengguna dengan sistem melalui pengolahan pertanyaan lewat bahasa terstruktur dan anatarmuka pengguna.

Group Decision Support Systems (GDSS) dan Computer-Support Collaborative Work Systems (CSCW)

Bila kelompok, perlu bekerja bersama-sama untuk membuat keputusan semi-terstruktur dan tak terstruktur, maka group Decision support systems membuat suatu solusi. GDSS dimaksudkan untuk membawa kelompok bersama-sama menyelesaikan masalah dengan memberi bantuan dalam bentuk pendapat, kuesioner, konsultasi dan skenario. Kadang-kadang GDSS disebut dengan CSCW yang mencakup pendukung perangkat lunak yang disebut dengan “groupware” untuk kolaborasi tim melalui komputer yang terhubung dengan jaringan.

Executive Support Systems (ESS)

ESS tergantung pada informasi yang dihasilkan TPS dan SIM dan ESS membantu eksekutif mengatur interaksinya dengan lingkungan eksternal dengan menyediakan grafik-grafik dan pendukung komunikasi di tempattempat yang bisa diakses seperti kantor.

 

 

Gambar 1. Jenis-jenis Sistem

Contoh sistem informasi antara lain :

Sistem reservasi penerbangan, digunakan dalam biro perjalanan untuk melayani pemesanan/pembelian tiket.

Sistem POS (Point Of Sale) yang diterapkan di pasar swalayan dengan dukungan barcode reader untuk mempercepat pemasukan data.

Sistem layanan akademis yang memungkinkan mahasiswa memperoleh data akademis dan mendaftar mata kuliah yang diambil pada tiap semester.

Sistem penjualan secara kredit agar dapat memantau hutang pelanggan yang jatuh tempo.

Sistem smart card yang dapat digunakan tenaga medis untuk mengetahui riwayat penyakit pasien.

Kemampuan utama sistem Informasi

melaksanakan komputasi numerik, bervolume besar dan dengan kecepatan tinggi.

menyediakan kominukasi dalam organisasi atau antar organisasi yang murah.

menyimpan informasi dalam jumlah yang sangat besar dalam ruang yang kecil tetapi mudah diakses.

memungkinkan pengaksesan informasi yang sangat banyak diseluruh dunia dengan cepat dan murah.

meningkatkan efektifitas dan efisiensi orang-orang yang bekerja dalam kelompok dalam suatu tempat atau beberapa lokasi.

mengotomatisasikan proses-proses bisnis dan tugas-tugas yang dikerjakan secara manual.

mempercepat pengetikan dan penyuntingan.

pembiayaan yang lebih murah daripada pengerjaan secara manual.

 

1.6. Pengembangan Sistem Informasi

Pengembangan sistem dapat berati menyusun suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem telah ada. Sistem yang lama perlu diperbaiki/diganti disebabkan beberapa hal, yaitu :

Adanya permasalahan-permasalahan yang timbul di sistem yang lama, permasalahan yang timbul dapat berupa ketidakberesan, pertumbuhan organisasi,

Untuk meraih kesempatan-kesempatan.

Adanya instruksi-instruksi (dari pimpinan atau dari luar organisasi misalnya pemerintah).

Pengembangan sistem informasi yang berbasis komputer dapat merupakan tugas kompleks yang membutuhkan banyak sumber daya dan dapat memakan waktu yang lama untuk menyelesaikannya.

1.7. Analis Sistem

Definisi Analisis Sistem

Menurut Yogiyanto (1995) analisis sistem adalah penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan, kesempatan, hambatan yang terjadi dan kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan.

Menurut Kristanto (2003) analisis sistem adalah suatu proses mengumpulkan dan menginterpretasikan kenyataan-kenyataan yang ada, mendiagnosa persoalan dan menggunakan keduanya untuk memperbaiki sistem.

Analis Sistem

Menurut Yogiyanto (1995) analis sistem (analis informasi) adalah orang yang menganalis sistem (mempelajari masalah-masalahan yang timbul dan menentukan kebutuhan pemakai sistem) untuk mengidentifikasikan pemecahan permasalahan tersebut.

Menurut Kristanto (2003) analis sistem adalah orang yang mempunyai kemampuan untuk menganalisis sebuah sistem, memilih alternatif pemecahan masalah dan menyelesaikan masalah tersebut dengan menggunakan komputer.

Peranan Analis Sistem

Analis sistem secara sistematis menilai bagaimana fungsi bisnis dengan cara mengamati proses input dan pengolahan data serta proses output informasi untuk membantu peningkatan proses organisasional. Dengan demikian, analis sistem mempunyai tiga peranan penting, yaitu :

Sebagai konsultan

Sebagai ahli pendukung

Sebagai agen perubahan

Tugas Analis Sistem

Adapun tugas-tugas yang dilakukan oleh seorang analis sistem adalah :

mengumpulkan dan menganalisis semua dokumen, file, formulir yang digunakan pada sistem yang telah berjalan.

menyusun laporan dari sistem yang telah berjalan dan mengevaluasi kekurangan-kekurangan pada sistem tersebut dan melaporankan semua kekurangan tersebut kepada pemakai sistem.

merancang perbaikan pada sistem tersebut dan menyusun sistem baru.

menganalisis dan menyusun perkiraan biaya yang diperlukan untuk sistem yang baru dan memberikan argumen tentang keuntungan yang dapat diperoleh dari pemakian sistem yang baru tersebut.

mengawasi semua kegiatan terutama yang berkaitan dengan sistem yang baru tersebut.

 

Pertemuan ke-2

 

PENGENALAN KONSEP OBJECT ORIENTED

  1. SEJARAH OBJECT ORIENTED
       Object-Oriented Programming (OOP) adalah sebuah pendekatan untuk pengembangan suatu software dimana dalam struktur software tersebut didasarkan kepada interaksi object dalam penyelesaian suatu proses / tugas.

Berorientasi objek berarti bahwa kita mengorganisasi perangkat lunak sebagai kumpulan dari objek tertentu yang memiliki struktur data dan perilakunya. Konsep awal programming (Basic) dengan kekuatan GOTO statement ini merupakan Non Procedural Language. Procedural Language / Bahasa pemograman terstruktur menghilangkan kelemahan GOTO konsep non procedural language. Contoh : Pascal, COBOL, FORTRAN, BASIC, dll.

Object Oriented Programming, mengarah pada konsep object. Akhir tahun 1960 diperkenalkan pertama kali dengan bahasa SIMULA. Tahun 1970 dikembangkan Smaltalk. Bahasa pemrograman lainnya : Clipper 5.2 Java, Prolog dll. Visual Object Oriented Programming, tahun 1991 diperkenalkan pertama kali dengan bahasa Visual Basic oleh Microsoft Bahasa pemograman lainnya : Visual C++, Visual Foxpro 3.0, CORBA (Common Object Request Broker Architecture), dll.
Pengembangan berorientasi objek merupakan cara berpikir baru tentang perangkat lunak berdasarkan abstraksi yang terdapat dalam dunia nyata. Dalam konteks pengembangan menunjuk pada bagian awal dari siklus hidup pengembangan sistem, yaitu survei, analis, desain, implementasi dan pemeliharaan sistem. Hal yang lebih penting dalam pengembangan berorientasi objek adalah konsep mengidentifikasi dan mengorganisasi domain aplikasi dari pada penggunaan bahasa pemrograman, berorientasi objek atau tidak.

  1. Konsep Pemodelan

Berorientasi objek dalam proses konseptual terpisah dengan bahasa       pemrograman sampai tahap terakhir.

Pengembangan berorientasi objek secara mendasar merupakan cara berpikir baru dan bukan suatu teknik pemrograman.

Dapat melayani sebagai media spesifikasi, analisa, dokumentasi dan interface seperti halnya pemrograman.

Bahkan sebagai alat pemrograman, dapat memiliki berbagai sasaran,       termasuk bahasa pemrograman dan basis data sebaik dengan bahasa pemrograman berorientasi objek.

  1. Metodologi Object Oriented
    Diperkenalkan tahun 1980 menggunakan perangkat kerja dan teknik – teknik yang dibutuhkan dalam pengembangan sistem, yaitu dynamic dan static object oriented model, state transition digram dan case scenario. Fokus utama metodologi ini pada objek, dapat digambarkan sebagai benda, oreng, tempat dan sebagainya yang memiliki atribut dan metode.
    Tahap – tahap metodologi berdasarkan Sistem Development Life Cycle (SDLC), dengan berorientasi objek dapat dijelaskan sebagai berikut :

 

Analisa

Dimulai dengan menyatakan suatu masalah, analis membuat model situasi dari dunia nyata, menggambarkan sifat yang penting.

Model analisa adalah abstraksi yang ringkas dan tepat dari apa yang harus dilakukan oleh sistem, dan bagaimana melakukannya. Objek dalam model harus merupakan konsep domain dari aplikasi, bukan merupakan implementasi komputer seperti struktur data.

Empat kesulitan yang merupakan gangguan utama sistem adalah memahami problem domain, komunikasi antara pihak yang berkaitan, perubahan kontinyu, dan penggunaan kembali.

Desain

Pengorganisasian sistem ke dalam sub – sistem berdasarkan struktur analisa dan arsitektur yang dibutuhkan.

Desain model berdasarkan model analisa tetapi berisi detail implementasi.

Fokus object design adalah perencanaan struktur data dan algoritma yang diperlukan untuk implementasi setiap kelas. Objek domain aplikasi dan objek domain komputer dijelaskan dengan menggunakan konsep dan notasi berorientasi objek yang sama.

System designer menentukan karakteristik penampilan secara optimal, strategi memecahkan masalah, dan pilihan alokasi sumber daya.    Contoh : system designer mungkin menentukan perubahan pada screen untuk workstation yang memerlukan kecepatan serta resolusi lebih tinggi.

Implementasi

Kelas, objek dan relasinya dikembangkan dalam tahap object design, akhirnya diterjemahkan ke dalam bahasa pemrograman, basis data, dan implementasi perangkat keras.

Dalam tahap implementasi hal yang penting adalah mengikuti penggunaan perangkat lunak yang baik.

 

  1. Karakteristik Object

Objek adalah kombinasi antara struktur data dan perilaku dalam satu entitas dan mempunyai nilai tertentu yang membedakan entitas tersebut.

Memiliki Identity (identitas)

Memiliki klasifikasi

Memiliki state (kondisi / keadaan)

State sebuah objek dinyatakan dalam attribute / properties

Memiliki behavior (perilaku / method)

Perilaku suatu objek dinyatakan dalam operation. Perilaku suatu objek adalah mendefinisikan bagaimana objek tersebut bertindak dan memberikan reaksi

  1. Perbedaan Object Oriented dengan Non Object

Perbedaan yang spesifik dengan metodologi non objek adalah :

Penggunaan Alat, untuk metodologi non objek menggunakan beberapa alat untuk menggambarkan model seperti data flow diagram, entity relationship diagram dan structure chart, sedangkan metodologi berorientasi objek menggunakan satu jenis model dari tahap analisa sampai implementasi, yaitu diagram objek.

Data dan Proses, pada metodologi non objek, data dan proses dianggap sebagai dua komponen yang berlainan, sedangkan pada metodologi berorientasi objek, data dan proses merupakan satu kesatuan, yaitu bagian dari objek.

Bahasa Pemrograman, untuk metodologi non objek dipergunakan untuk melengkapi pemrograman terstruktur pada bahasa generasi ketiga, sedangkan metodologi berorientasi objek dipergunakan untuk pemrograman berorientasi objek dan bahasa generasi keempat.

 

 

Soal pilihan ganda!

1) Berdasarkan kemampuan pemrosesan data, manakah dari jenis computer berikut ini yang memiliki kemampuan terbesar :

  1. a) Mikrokomputer
  2. b) Superkomputer
  3. c) Mainframe
  4. d) Workstation

2) Manakah dari device berikut yang bukan merupakan perangkat keras untuk penyimpanan(storage):

  1. a) Modem
  2. b) DVD
  3. c) Hard-disk drive
  4. d) Zip drive

3) Pada unit komputer, manakah dari berikut ini yang merupakan circuit board utama :

  1. a) RAM chip
  2. b) Hard drive
  3. c) Motherboard
  4. d) CPU Chip

4) Komputer dengan kapasitas penyimpanan 1 petabyte dapat menyimpan karakter hingga :

  1. a) 10 triliun karakter
  2. b) 1 triliun karakter
  3. c) 100 triliun karakter
  4. d) 1000 triliun karakter

5) Tujuan utama penggunaan komputer di dunia saat ini adalah untuk :

  1. a) Web surfing
  2. b) E-shopping
  3. c) Email
  4. d) Word processing

6) Layanan transmisi data via internet yang saat ini dikenal paling lambat adalah :

  1. a) ISDN
  2. b) Dial Up
  3. c) DSL
  4. d) T1 line